BAB
I
PENDAHULUAN
Inti
atom tidak hanya mengalami proses peluruhan radioaktif. Jika inti atom ditembak
dengan partikel berenergi tinggi, akan terjadi suatu reaksi inti. Tumbukan
antara inti atom dengan partikel penembak akan mengakibatkan terbentuknya inti
baru yang berbeda dengan inti asal. Inti baru ini disebut sebagai inti
transmutasi.
Reaksi
inti pertama dilakukan oleh Rutherford pada tahun1919, ketika ia berhasil
menembakkan partikel alfa pada inti nitrogen. Reaksi tersebut menghasilkan
isotop oksigen (
) dan sebuah proton. Secara
matematis dapat dituliskan:
(1)
Dalam
perkembangan selanjutnya, reaksi inti dilakukan dengan menembakkan partikel
yang telah dipercepat dalam sebuah akselerator. Di dalam akselerator, partikel dipercepat
hingga memiliki energi kinetik yang diinginkan, kemudian ditembakkan pada inti
target. Akselerator dikembangkan pertama kali oleh John D Cockcroft dan Ernest
Thomas S Walton dari Inggris pada tahun 1930.
Dengan
akselerator ini mereka berhasil menembakkan proton pada inti lithium
yang
menghasilkan dua inti helium.
Secara
matematis dapat dituliskan:
(2)
Untuk
mempersingkat penulisan, reaksi inti biasanya dituliskan dalam bentuk X (a,
b) Y. Sebagai contoh, reaksi inti yang dilakukan oleh Rutherford di
atas dapat dituliskan sebagai:
Di
dalam reaksi inti ada beberapa hukum kekekalan yang perlu kita perhatikan.
Hukum-hukum tersebut adalah hukum kekekalan jumlah nukleon, hukum kekekalan
muatan, hukum kekekalan energi, dan hukum kekekalan momentum.
a.
Hukum kekekalan jumlah nukleon
Jumlah
nukleon (proton + neutron) sebelum reaksi sama dengan jumlah nukleon sesudah
reaksi.
Misalkan
pada reaksi
(3)
dalam
hal ini berlaku:
+
=
+
(4)
Jumlah
muatan (proton) sebelum dan sesudah reaksi adalah sama. Berdasarkan hukum
kekekalan muatan pada reaksi di atas berlaku:
+
=
+
(5)
b.
Hukum kekekalan energi
Hukum
kekekalan energi menyatakan bahwa jumlah energi total (relativistik) sebelum
dan sesudah reaksi adalah sama. Energi total adalah jumlah energi kinetik (K)
dan energi diamnya (E0).
Pada
reaksi di atas berlaku:
(KX
+ E0X) + (Ka + E0a) =
(KY + E0Y) + (Kb +
E0b) (6)
(KY
+ Eb) + (KX + Ea) = (K0X
+ E0a) + (K0Y + E0b) (7)
(KY
+ Eb) + (KX + Ea) =
{(m0X + m0a) + (m0Y + m0b)}c2 (8)
Keterangan:
K
: energi kinetik
(MeV)
m0 : massa diam inti atau partikel
(MeV)
Besarnya
energi reaksi dirumuskan sebagai:
Q =
{(m0X + m0a) + (m0Y + m0b)}c2
(9)
atau
Q =
(KY + Eb) + (KX + Ea)
(10)
Jika
Q > 0 reaksinya disebut reaksi eksotermik. Pada reaksi eksotermik,
sistem kehilangan energi massa diamnya tetapi mendapat tambahan energi kinetik.
Jika Q < 0 reaksinya disebut reaksi endotermik.
c.
Hukum kekekalan momentum
Hukum
kekekalan momentum menyatakan bahwa jumlah momentum relativistik sebelum reaksi
sama dengan jumlah momentum relativistik sesudah reaksi.
Px + Pa = Py + Pb (11)
mxvx + mava =
myvy + mbvb (12)
dengan
(13)
Reaksi inti terdiri atas dua proses reaksi yaitu
reaksi fusi dan reaksi fisi.
BAB II
ISI
ISI
a.
Pengertian
Reaksi Fusi
Reaksi
nuklir yang melibatkan penggabungan inti-inti atom dengan nomor atom kecil
untuk membentuk inti yang lebih berat dengan melepaskan sejumlah besar energi
disebut reaksi fusi. Energi ikat inti berat lebih besar daripada jumlah energi
ikat kedua inti ringan pembentuknya. Karena itu dalam reaksi penggabungan dua
inti ini, massa inti baru lebih kecil daripada jumlah massa kedua inti ringan pembentuknya
sehingga menyisakan defek massa.
b.
Syarat
Terjadinya Reaksi Fusi
Dalam
reaksi fisi, sebuah neutron dipergunakan untuk membelah sebuah inti yang besar,
tetapi dalam reaksi fusi nuklir, dua inti yang bereaksi harus saling
bertumbukan. Karena kedua inti bermuatan positif, maka timbul gaya tolak yang kuat
antar inti, yang hanya dapat dilawan bila inti yang bereaksi memiliki energi
kinetik yang sangat besar. Dan energi kinetik yang sangat tinggi berarti
suhunya juga sangat tinggi (sesuai dengan persamaan energi kinetik partikel
).
Ada dua syarat untuk mengendalikan fusi:
1.
Pada
temperatur tertentu disebut suhu pembakaran (ignition themperature) reaksi fusi
berlangsung sendiri.
2.
Pada
suhu sangat tinggi, semua atom terionisasi habis membentuk suatu plasma (dengan
kata lain inti dan atom bebas) dan inti memiliki energi yang cukup untuk
melawan gaya tolak elektrostatik. Plasma panas ini harus ditahan dalam selang
waktu yang cukup lama agar tumbukan-tumbukan antarior dapat menyebabkan fusi. Karena
reaksi fusi membutuhkan suhu yang sangat tinggi supaya dapat berlangsung,
reaksi fusi sering disebut reaksi termonuklir.
c. Rantai
Proton-Proton yang Terjadi di Bagian Dalam Matahari dan Bintang-Bintang
Reaksi rantai proton-proton
atau reaksi rantai pp adalah
salah satu dari dua reaksi
fusi yang
mengubah hidrogen menjadi helium
di dalam inti bintang.
Proses
fusi yang terjadi di bagian dalam matahari melalui beberapa tahapan dengan hasil
akhir 4 buah proton
bergabung membentuk sebuah helium
.
Karena matahari disusun oleh hidrogen biasa
maka pertama kali perlu diubah menjadi
deuterium
.
Ini terjadi menurut reaksi:
(0,42 MeV) (14)
Begitu
kita memiliki
reaksi berikut dapat menjadi
(5,49 MeV) (15)
Diikuti
oleh
(12,86 MeV) (16)
Perhatikan
bahwa kedua reaksi pertama harus terjadi 2 kali agar dapat menghasilkan dua
inti
yang kita perlukan alam reaksi ketiga.
Hasil akhir tahapan proses ini yang disebut rantai proton-proton, adalah 4 buah
proton yang bergabung membentuk sebuah inti
ditambah dengan 2 positron, 2 neutrino dan
2 sinar gamma. Kita dapat menulis hasil akhir sebagai berikut.
Seperti
telah disebutkan kedua reaksi pertama (14) dan (15) harus menjadi 2 kali agar
menghasilkan
yang
kita perlukan dalam reaksi ketiga, sehingga energi total yang dibebaskan untuk
reaksi akhir adalah
2
0,42 MeV + 2
5,49 MeV
+ 12,86 MeV = 24,7 MeV
d.
Contoh Reaksi Fusi
Reaksi fusi terjadi dimana dua
inti atom atau lebih saling bergabung membentuk inti yang lebih berat. Proses
ini dapat melepaskan energi dan juga bisa menyerap energi, bergantung pada
berat inti yang terbentuk. Besi dan nikel mempunyai energi ikat yang paling
besar pernukleonnya. Oleh karena itu, dua senyawa ini paling stabil.
Penggabungan (reaksi fusi) dari dua inti atom yang paling ringan dari besi atau
nikel biasanya melepaskan energi. Sedangkan yang lebih berat dari besi dan nikel biasanya menyerap energi.
Reaksi fusi nuklir unsur yang ringan dapat melepaskan
energi. Contoh nyata adalah bintang yang memancarkan sinar atau bom nitrogen.
Sedangkan reaksi fusi untuk unsur yang berat, contoh nyatanya adalah ledakan
supernova.
Awalnya dibutuhkan energi yang besar untuk menggabungkan
dua inti atom, meskipun atom itu adalah hidrogen. Tetapi hasil dari reaksi fusi
ini selain menghasilkan atom produk yang lebih berat, juga menghasilkan
partikel neutron. Partikel ini kemudian melepaskan energi yang cukup besar
untuk membuat kedua inti atom itu untuk bergabung. Kemudian akan diproduksi
lebih banyak neutron sehingga akan terjadi reaksi fusi yang berlangsung dengan
sendirinya.
Energi yang dihasilkan dari reaksi fusi ini sangat
besar jika dibandingkan dengan reaksi kimia. Ini dikarenakan energi ikatan yang
membuat inti atom saling bergabung lebih besar dari energi ikat antara elektron
dengan inti atom. Sebagai contoh, energi ionisasi dari hidrogen adalah 13,6 eV.
Bandingkan dengan energi yang dilepaskan dari reaksi fusi deuterium dan tritium
yaitu sebesar 17 MeV.
Adanya kecenderungan satu inti atom untuk mengalami
fusi maupun fisi adalah karena setiap inti atom akan berusaha untuk berusaha
untuk berada dalam keadaan yang paling stabil dengan energi yang rendah.
BAB III
KESIMPULAN
Reaksi fusi
adalah reaksi nuklir
yang melibatkan penggabungan inti-inti atom dengan nomor atom kecil untuk
membentuk inti yang lebih berat dengan melepaskan sejumlah besar energi. Dalam
reaksi fusi nuklir, dua inti yang bereaksi harus saling bertumbukan dengan energi
kinetik yang sangat tinggi. Sesuai dengan persamaan energi kinetik partikel
,
ketika energi kinetiknya sangat besar, berarti
suhunya juga sangat tinggi.
Ada dua syarat untuk mengendalikan fusi:
1. Pada temperatur tertentu disebut
suhu pembakaran (ignition
2. Pada suhu sangat tinggi, semua
atom terionisasi habis membentuk suatu plasma
Reaksi
rantai proton-proton
atau reaksi rantai pp adalah
salah satu dari dua reaksi
fusi yang
mengubah hidrogen menjadi helium
di dalam inti bintang.
Reaksi
fusi terjadi dimana dua inti atom atau lebih saling bergabung membentuk inti
yang lebih berat. Proses ini dapat melepaskan energi dan juga bisa menyerap
energi, bergantung pada berat inti yang terbentuk.
Adanya kecenderungan satu inti atom untuk mengalami
fusi maupun fisi adalah karena setiap inti atom akan berusaha untuk berusaha
untuk berada dalam keadaan yang paling stabil dengan energi yang rendah.
DAFTAR
PUSTAKA
Kanginan,
Marthen. 2007. FISIKA untuk SMA Kelas XII. Jakarta: Erlangga.
Anonim. 2012. Tenaga Nuklir sebagai Sumber Energi. http://dc433.4shared.com/doc/xytoFbck/preview.html
(di unduh pada tanggal 29 November 2012)
http://soerya.surabaya.go.id/AuP/eDU.KONTEN/edukasi.net/SMA/Fisika/Reaksi.Inti.Reaktor.Atom/materi02.html(di
unduh pada tanggal 29 November 2012)
Mummys Gold Casino - Mapyro
BalasHapusMummys Gold 오산 출장안마 Casino is located on 1 군산 출장마사지 Main St, near the 서울특별 출장샵 Casino Ave, in East 인천광역 출장마사지 Windsor. 안산 출장샵 It also features a sports betting section,