Jumat, 07 Desember 2012

pengantar bumi dan antariksa


BAB I
PENDAHULUAN

Di saat sekarang ini kita ketahui bahwa banjir telah banyak terjadi di beberapa daerah di Indonesia dan dapat di katakan berkelimpahan air. Sementara di daerah lain di Indonesia mengalami kekeringan. Kedua hal tersebut terjadi secara bersamaan dalam waktu yang sama. Terlebih lagi saat sekarang ini musim hujan yang terjadi di beberapa daerah tetapi tidak secara merata. Misalnya saja di suatu kota contohnya Yogyakarta, hujan yang turun secara tidak merata tersebut sangat terasa sekali, karena di beberapa lokasi terjadi hujan yang sangat kebat sekali tetapi di beberapa lokasi yang berdekatan dengan lokasi yang terjadi hujan lebat tadi, di lokasi tersebut cerah sekali. Ini pertanda bahwa dampak dari Global warming sudah dapat kita rasakan sendiri. Lingkungan sudah semakin rusak, dan memang masalah lingkungan sudah menjadi perhatian utama bagi seluruh dunia. Tetapi pada kenyataannya kebanyakan orang hanya bisa mengomentari saja tapi mempraktekannya tidak sama sekali.
Lihatlah bumi kita menangis, bumi kita sedih, seharusnya kita bersama-sama memperbaiki bumi kita. Lingkungan semakin kotor sehingga banyak terjadi banjir yang dikarenakan oleh kebodohan manusia yang tidak bisa menjaga lingkungan. Padahal dipikir secara logika membuang sampah pada tempatnya dan melakukan pembersihan lingkungan itu adalah hal yang mudah.






BAB II
ISI
A.    Banjir
Banjir adalah peristiwa terbenamnya daratan oleh air. Peristiwa banjir timbul jika air menggenangi daratan yang biasanya kering. Banjir pada umumnya disebabkan oleh air sungai yang meluap ke lingkungan sekitarnya sebagai akibat curah hujan yang tinggi. Kekuatan banjir mampu merusak rumah dan menyapu fondasinya. Air banjir juga membawa lumpur berbau yang dapat menutup segalanya setelah air surut. Banjir adalah hal yang rutin. Setiap tahun pasti datang. Banjir, sebenarnya merupakan fenomena kejadian alam "biasa" yang sering terjadi dan dihadapi hampir di seluruh negara-negara di dunia, termasuk Indonesia. Banjir sudah temasuk dalam urutan bencana besar, karena meminta korban besar.
Bencana banjir memiliki ciri-ciri dan akibat sebagai berikut.

Berdasarkan sumber air yang menjadi penampung di bumi, jenis banjir dibedakan menjadi tiga, yaitu banjir sungai, banjir danau, dan banjir laut pasang.
  • Banjir Sungai
Terjadi karena air sungai meluap.
  • Banjir Danau
Terjadi karena air danau meluap atau bendungannya jebol.
  • Banjir Laut pasang
Terjadi antara lain akibat adanya badai dan gempa bumi.
Di Indonesia kerap sekali terjadi bencana alam. Salah satunya adalah bencana banjir yang sering terjadi. Lihat saja banjir bandang yang banyak terjadi karena sungai tiba-tiba meluap atau contohlah di jakarta yang kebanyakan banjir terjadi karena ulah manusia sendiri.
Penyebab banjir sendiri bisa terjadi karena berbagai hal, baik alam maupun manusia. Dan berikut adalah hal-hal yang menyebabkan banjir di seluruh dunia termasuk Indonesia :
  • Peristiwa alam seperti Curah hujan dalam jangka waktu yang lama.
  • Terjadinya erosi tanah hingga hanya menyisakan batuan, dan tidak ada resapan air. Bahkan bukan hanya banjir tapi juga tanah longsor
  • Buruknya penanganan sampah, hingga kemudian sumber saluran air tersumbat.
  • Bendungan dan saluran air rusak. Seperti yang terjadi pada bencana di situ gintung
  • Penebangan hutan secara liar dan tidak terkendali.
  • Di daerah bebatuan daya serap air sangat kurang. Sehingga memudahkan terjadi bencana banjir
  • Kiriman atau bencana banjir bandang.
  • Keadaan tanah tertutup semen, paving atau aspal, hingga tidak menyerap air.
  • Pembangunan tempat permukiman dimana tanah kosong diubah menjadi jalan gedung, tempat parkir, hingga daya serap air hujan tidak ada. Contohlah kota-kota besar semacam jakarta yang sering terjadi bencana banjir.
  • Pembuatan saluran air yang tidak memenuhi syarat,
  • Pembuatan tanggul yang kurang baik,
  • Air laut, sungai, atau danau yang meluap dan menggenangi daratan.
Bencana banjir sebenarnya dapat kita hindari, yaitu dengan menghindari hal-hal diatas. Sehingga tidak akan terjadi peristiwa seperti situ gintung ataupun banjir bandang yang sering terjadi di indonesia. seperti sebuah kata bijak “Manusia adalah bagian dari alam, jika kita menyakiti alam maka kita juga akan menyakiti manusia”.
Banjir dapat menimbulkan kerusakan lingkungan hidup berupa:
  1. Rusaknya areal pemukiman penduduk,
  2. Sulitnya mendapatkan air bersih, dan
  3. Rusaknya sarana dan prasarana penduduk.
  4. Rusaknya areal pertanian
  5. Timbulnya penyakit-penyakit
  6. Menghambat transportasi darat
Daftar kasus bencana alam banjir dari jumlah korban yang meninggal :

1. Banjir Sungai Kuning - 1931, Cina [meninggal: 1000000 - 4000000].

The 1931 banjir Sungai Kuning (huang he flood) merupakan bencana alam terbesar yang pernah tercatat dengan paling banyak memakan korban meninggal dunia dari abad kedua puluh. Perkiraan jumlah orang tewas dalam banjir 1931 berkisar dari 1 sampai 4 juta orang. Kematian yang disebabkan oleh banjir yang dimaksud termasuk didalamnya korban karena tenggelam, penyakit, kelaparan, dan kekeringan.Sungai tersebut sering disebut "China's sorrow" karena jutaan orang telah dibunuh oleh banjir.gambar dibawah adalah pengungsi akibat banjir sungai kuning.

2. Banjir Sungai Kuning - 1887, Cina [meninggal: 900000 - 2000000]

Sungai Kuning (Huang he) di China banyak wilayah yang rawan banjir, karena luas bentangan tanah datar yang sebagian besar di sekelilingnya. Sungai Kuning 1887 banjir dan menghancurkan daerah ini, antara 900.000-2.000.000 orang meninggal dunia. Ini merupakan salah satu bencana alam yang paling banyak memakan korban yang pernah tercatat. Pada 1887,dasar laut naik, bersamaan dengan hujan deras,menyebabkan banjir besar.Berkat dataran rendah di dekat kawasan, banjir menyebar dengan cepat di seluruh Cina Utara, yang meliputi perkiraan 50.000 mil persegi, swamping pertanian permukiman dan pusat komersial. Setelah banjir, dua juta orang hilang tempat tinggal.

3. Banjir Kaifeng - 1642, Cina [meninggal: 300000]

Kaifeng, sebuah kota di provinsi Henan timur, People's Republic of China, yang terletak di sepanjang selatan dari Sungai Kuning, adalah banjir di 1642 oleh tentara Ming dengan air dari Sungai Kuning untuk mencegah pemberontak petani dari Li Zicheng. Kira-kira setengah dari 600.000 penduduk Kaifeng dibunuh oleh banjir dan bencana kelaparan dan sampar, membuatnya menjadi salah satu penyebab kematian terbesar dalam sejarah. Banjir ini menjadi bencana alam besar karena peran serta sungai Huang he.

4. Kegagalan bendungan Banqiao - 1975, Cina [meninggal: 231000]

Bendungan bang1iao dirancang untuk menahan banjir (306 mm (12 inci) curah hujan per hari). Pada bulan Agustus tahun 1975,terjadi banjir, penuangan lebih dari satu tahun curah hujan dalam 24 jam, prakiraan cuaca yang gagal untuk diprediksi. Gerbang pintu air yang tidak mampu menangani luapan air, sebagian karena halangan sedimentasi. Sebagai hasil dari halangan, 64 dam-dam gagal.
Ketika bendungan akhirnya menyerbu, itu disebabkan gelombang besar, 10 kilometer (6 mil) luas, 3-7 meter (9-23 kaki) tinggi, buru-buru ke bawah ke dalam dataran di bawah di hampir 50 kilometer per jam (31 mph ).hampir puluhan daerah panjang 55 kilometer, lebar 15 kilometer, dibuat sementara sebagai danau besar 12.000 km² (4.600 mil persegi). Evakuasi yang belum sepenuhnya disampaikan karena kondisi cuaca buruk dan komunikasi
B.     Gunung berapi
Gunung berapi atau gunung api secara umum adalah istilah yang dapat didefinisikan sebagai suatu sistem saluran fluida panas (batuan dalam wujud cair atau lava) yang memanjang dari kedalaman sekitar 10 km di bawah permukaan bumi sampai ke permukaan bumi, termasuk endapan hasil akumulasi material yang dikeluarkan pada saat meletus.
Lebih lanjut, istilah gunung api ini juga dipakai untuk menamai fenomena pembentukan ice volcanoes atau gunung api es dan mud volcanoes atau gunung api lumpur. Gunung api es biasa terjadi di daerah yang mempunyai musim dingin bersalju, sedangkan gunung api lumpur dapat kita lihat di daerah Kuwu, Grobogan, Jawa Tengah yang populer sebagai Bledug Kuwu.
Gunung berapi terdapat di seluruh dunia, tetapi lokasi gunung berapi yang paling dikenali adalah gunung berapi yang berada di sepanjang busur Cincin Api Pasifik (Pacific Ring of Fire). Busur Cincin Api Pasifik merupakan garis bergeseknya antara dua lempengan tektonik.
Gunung berapi terdapat dalam beberapa bentuk sepanjang masa hidupnya. Gunung berapi yang aktif mungkin berubah menjadi separuh aktif, istirahat, sebelum akhirnya menjadi tidak aktif atau mati. Bagaimanapun gunung berapi mampu istirahat dalam waktu 610 tahun sebelum berubah menjadi aktif kembali. Oleh karena itu, sulit untuk menentukan keadaan sebenarnya suatu gunung berapi itu, apakah gunung berapi itu berada dalam keadaan istirahat atau telah mati.
Apabila gunung berapi meletus, magma yang terkandung di dalam kamar magma di bawah gunung berapi meletus keluar sebagai lahar atau lava. Selain dari pada aliran lava, kehancuran oleh gunung berapi ditandai dengan hal-hal berikut:
  • Aliran lava.
  • Letusan gunung berapi.
  • Aliran lumpur.
  • Abu.
  • Kebakaran hutan.
  • Gas beracun.
  • Gelombang tsunami.
  • Gempa bumi.
Tingkat isyarat gunung berapi di Indonesia
Status
Makna
Tindakan
AWAS
  • Menandakan gunung berapi yang segera atau sedang meletus atau ada keadaan kritis yang menimbulkan bencana
  • Letusan pembukaan dimulai dengan abu dan asap
  • Letusan berpeluang terjadi dalam waktu 24 jam
  • Wilayah yang terancam bahaya direkomendasikan untuk dikosongkan
  • Koordinasi dilakukan secara harian
  • Piket penuh
SIAGA
  • Menandakan gunung berapi yang sedang bergerak ke arah letusan atau menimbulkan bencana
  • Peningkatan intensif kegiatan seismik
  • Semua data menunjukkan bahwa aktivitas dapat segera berlanjut ke letusan atau menuju pada keadaan yang dapat menimbulkan bencana
  • Jika tren peningkatan berlanjut, letusan dapat terjadi dalam waktu 2 minggu
  • Sosialisasi di wilayah terancam
  • Penyiapan sarana darurat
  • Koordinasi harian
  • Piket penuh
WASPADA
  • Ada aktivitas apa pun bentuknya
  • Terdapat kenaikan aktivitas di atas level normal
  • Peningkatan aktivitas seismik dan kejadian vulkanis lainnya
  • Sedikit perubahan aktivitas yang diakibatkan oleh aktivitas magma, tektonik dan hidrotermal
  • Penyuluhan/sosialisasi
  • Penilaian bahaya
  • Pengecekan sarana
  • Pelaksanaan piket terbatas
NORMAL
  • Tidak ada gejala aktivitas tekanan magma
  • Level aktivitas dasar
  • Pengamatan rutin
  • Survei dan penyelidikan

Letusan gunung berapi diukur menggunakan Indeks Letusan Gunung Berapi (Volcanic Explosivity, atau VIE). Berdasarkan abu yang dikeluarkan, letusan diberi nilai 0-8. Indeks letusan bernilai 8 terjadi kira-kira 2 kali setiap 100.000 tahun. Sedangkan indeks letusan 7 hanya terjadi 4 kali dalam 10.000  tahun belakangan.


Indeks letusan gunung berapi (VEI-vulcanic explosivity indeks)
VEI
keterangan
tinggi abu
Banyaknya abu yang disemburkan
0
Tidak ekplotif
Di bawah 100 m
Ribuan meter kubik
1
Ringan
100-1000 m
Puluhan ribu meter kubik
2
Eksplotif
1-5 km
Jutaan meter kubik
3
Hebat
3-15 km
Puluhan juta meter kubik
4
Kataklismik
10-25 km
Ratusan juta meter kubik
5
Paroksima
Di atas 25 km
Satu kilometer kubik
6
Kolosal
Di atas 25 km
Puluhan kilometer kubik
7
Super-kolosal
Di atas 25 km
Ratusan kilometer kubik
8
Mega-kolosal
Di atas 25 km
Ribuan kilometer kubik

Letusan gunung berapi terbesar
Gunung berapi dan negara
Tahun meletus
VEI
Tambora, Indonesia
1815
7
Santorini, Yunani
Kira-kira 1470 SM
6
Krakatau, Indonesia
1883
6
Santa Maria, Guatemala
1902
6
Gunung St. Helens, AS
1980
5
Pinatubo, Filipina
1991
5




BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Dari makalah ini dapat disimpulkan bahwa bencana alam yang terjadi di dunia menelan banyak korban jiwa baik banjir maupun letusan gunung berapi. Banjir adalah peristiwa terbenamnya daratan oleh air. Peristiwa banjir timbul jika air menggenangi daratan yang biasanya kering. Penyebab utama terjadinya banjir adalah karena kelalaian manusia. Sedangkan gunung berapi atau gunung api secara umum adalah istilah yang dapat didefinisikan sebagai suatu sistem saluran fluida panas (batuan dalam wujud cair atau lava) yang memanjang dari kedalaman sekitar 10 km di bawah permukaan bumi sampai ke permukaan bumi.













DAFTAR PUSTAKA

Mini Marshall. 2005. Inti Sari Ilmu Planet Bumi. Jakarta: Erlangga.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar