BAB I
PENDAHULUAN
Di saat sekarang ini kita ketahui bahwa banjir telah
banyak terjadi di beberapa daerah di Indonesia dan dapat di katakan berkelimpahan air.
Sementara di daerah lain di Indonesia mengalami kekeringan. Kedua hal tersebut
terjadi secara bersamaan dalam waktu yang sama. Terlebih lagi saat sekarang ini
musim hujan yang terjadi di beberapa daerah tetapi tidak secara merata.
Misalnya saja di suatu kota contohnya Yogyakarta, hujan yang turun secara tidak
merata tersebut sangat terasa sekali, karena di beberapa lokasi terjadi hujan
yang sangat kebat sekali tetapi di beberapa lokasi yang berdekatan dengan
lokasi yang terjadi hujan lebat tadi, di lokasi tersebut cerah sekali. Ini
pertanda bahwa dampak dari Global warming sudah dapat kita rasakan sendiri.
Lingkungan sudah semakin rusak, dan memang masalah lingkungan sudah menjadi
perhatian utama bagi seluruh dunia. Tetapi pada kenyataannya kebanyakan orang
hanya bisa mengomentari saja tapi mempraktekannya tidak sama sekali.
Lihatlah bumi kita menangis, bumi kita sedih, seharusnya
kita bersama-sama memperbaiki bumi kita. Lingkungan semakin kotor sehingga
banyak terjadi banjir yang dikarenakan oleh kebodohan manusia yang tidak bisa
menjaga lingkungan. Padahal dipikir secara logika membuang sampah pada tempatnya dan melakukan
pembersihan lingkungan itu adalah hal yang mudah.
BAB II
ISI
A.
Banjir
Banjir adalah peristiwa terbenamnya daratan oleh
air. Peristiwa
banjir timbul
jika air menggenangi
daratan yang biasanya kering.
Banjir pada umumnya disebabkan oleh air sungai yang meluap ke
lingkungan sekitarnya sebagai akibat curah
hujan yang tinggi. Kekuatan banjir mampu merusak rumah dan menyapu fondasinya.
Air banjir juga membawa lumpur berbau yang
dapat menutup
segalanya setelah air surut.
Banjir adalah hal yang rutin.
Setiap tahun pasti datang. Banjir, sebenarnya merupakan fenomena
kejadian alam "biasa" yang sering terjadi dan dihadapi hampir di
seluruh negara-negara di dunia, termasuk Indonesia. Banjir sudah temasuk
dalam urutan
bencana besar, karena meminta korban besar.
Bencana banjir memiliki
ciri-ciri dan akibat sebagai berikut.
- Banjir biasanya terjadi saat hujan deras yang turun terus menerus sepanjang hari.
- Air menggenangi tempat-tempat tertentu dengan ketinggian tertentu.
- Banjir dapat mengakibatkan hanyutnya rumah-rumah, tanaman, hewan, dan manusia.
- Banjir mengikis permukaan tanah sehingga terjadi endapan tanah di tempat-tempat yang rendah.
- Banjir dapat mendangkalkan sungai, kolam, atau danau.
- Sesudah banjir, lingkungan menjadi kotor oleh endapan tanah dan sampah.
- Banjir dapat menyebabkan korban jiwa, luka berat, luka ringan, atau hilangnya orang.
- Banjir dapat menyebabkan kerugian yg besar baik secara moril maupun materiil.
Berdasarkan sumber air yang menjadi penampung di
bumi, jenis
banjir dibedakan menjadi tiga, yaitu banjir sungai,
banjir danau,
dan banjir laut pasang.
- Banjir Sungai
Terjadi karena air
sungai meluap.
- Banjir Danau
Terjadi karena air
danau meluap atau bendungannya jebol.
- Banjir Laut pasang
Terjadi antara lain
akibat adanya badai
dan gempa
bumi.
Di Indonesia kerap sekali terjadi bencana alam. Salah satunya adalah
bencana banjir yang sering terjadi. Lihat saja banjir bandang yang banyak
terjadi karena sungai tiba-tiba meluap atau contohlah di jakarta yang
kebanyakan banjir terjadi karena ulah manusia sendiri.
Penyebab banjir sendiri bisa terjadi karena berbagai hal, baik alam maupun
manusia. Dan berikut adalah hal-hal yang menyebabkan banjir di seluruh dunia
termasuk Indonesia :
- Peristiwa alam seperti Curah hujan dalam jangka waktu yang lama.
- Terjadinya erosi tanah hingga hanya menyisakan batuan, dan tidak ada resapan air. Bahkan bukan hanya banjir tapi juga tanah longsor
- Buruknya penanganan sampah, hingga kemudian sumber saluran air tersumbat.
- Bendungan dan saluran air rusak. Seperti yang terjadi pada bencana di situ gintung
- Penebangan hutan secara liar dan tidak terkendali.
- Di daerah bebatuan daya serap air sangat kurang. Sehingga memudahkan terjadi bencana banjir
- Kiriman atau bencana banjir bandang.
- Keadaan tanah tertutup semen, paving atau aspal, hingga tidak menyerap air.
- Pembangunan tempat permukiman dimana tanah kosong diubah menjadi jalan gedung, tempat parkir, hingga daya serap air hujan tidak ada. Contohlah kota-kota besar semacam jakarta yang sering terjadi bencana banjir.
- Pembuatan saluran air yang tidak memenuhi syarat,
- Pembuatan tanggul yang kurang baik,
- Air laut, sungai, atau danau yang meluap dan menggenangi daratan.
Bencana banjir sebenarnya dapat kita hindari, yaitu dengan
menghindari hal-hal diatas. Sehingga tidak akan terjadi peristiwa seperti situ
gintung ataupun banjir bandang yang sering terjadi di indonesia. seperti sebuah kata
bijak “Manusia adalah bagian dari alam, jika kita menyakiti alam maka kita juga
akan menyakiti manusia”.
Banjir dapat
menimbulkan kerusakan lingkungan hidup berupa:
- Rusaknya areal pemukiman penduduk,
- Sulitnya mendapatkan air bersih, dan
- Rusaknya sarana dan prasarana penduduk.
- Rusaknya areal pertanian
- Timbulnya penyakit-penyakit
- Menghambat transportasi darat
Daftar kasus bencana alam banjir dari jumlah korban yang meninggal :
1. Banjir Sungai Kuning - 1931, Cina [meninggal: 1000000 - 4000000].
1. Banjir Sungai Kuning - 1931, Cina [meninggal: 1000000 - 4000000].
The 1931 banjir Sungai Kuning (huang he flood)
merupakan bencana alam terbesar yang pernah tercatat dengan paling banyak
memakan korban meninggal dunia dari abad kedua puluh. Perkiraan jumlah orang
tewas dalam banjir 1931 berkisar dari 1 sampai 4 juta orang. Kematian yang
disebabkan oleh banjir yang dimaksud termasuk didalamnya korban karena
tenggelam, penyakit, kelaparan, dan kekeringan.Sungai tersebut sering disebut
"China's sorrow" karena jutaan orang telah dibunuh oleh banjir.gambar
dibawah adalah pengungsi akibat banjir sungai kuning.
2. Banjir Sungai Kuning - 1887, Cina [meninggal: 900000 - 2000000]
Sungai Kuning (Huang he) di China banyak wilayah
yang rawan banjir, karena luas bentangan tanah datar yang sebagian besar di
sekelilingnya. Sungai Kuning 1887 banjir dan menghancurkan daerah ini, antara
900.000-2.000.000 orang meninggal dunia. Ini merupakan salah satu bencana alam
yang paling banyak memakan korban yang pernah tercatat. Pada 1887,dasar laut
naik, bersamaan dengan hujan deras,menyebabkan banjir besar.Berkat dataran
rendah di dekat kawasan, banjir menyebar dengan cepat di seluruh Cina Utara,
yang meliputi perkiraan 50.000 mil persegi, swamping pertanian permukiman dan
pusat komersial. Setelah banjir, dua juta orang hilang tempat tinggal.
3. Banjir Kaifeng - 1642, Cina [meninggal: 300000]
Kaifeng, sebuah kota di
provinsi Henan timur, People's Republic of China, yang terletak di sepanjang
selatan dari Sungai Kuning, adalah banjir di 1642 oleh tentara Ming dengan air
dari Sungai Kuning untuk mencegah pemberontak petani dari Li Zicheng. Kira-kira
setengah dari 600.000 penduduk Kaifeng dibunuh oleh banjir dan bencana
kelaparan dan sampar, membuatnya menjadi salah satu penyebab kematian terbesar
dalam sejarah. Banjir ini menjadi bencana alam besar karena peran serta sungai
Huang he.
4. Kegagalan bendungan Banqiao - 1975, Cina
[meninggal: 231000]
Bendungan bang1iao
dirancang untuk menahan banjir (306 mm (12 inci) curah hujan per hari). Pada
bulan Agustus tahun 1975,terjadi banjir, penuangan lebih dari satu tahun curah
hujan dalam 24 jam, prakiraan cuaca yang gagal untuk diprediksi. Gerbang pintu
air yang tidak mampu menangani luapan air, sebagian karena halangan
sedimentasi. Sebagai hasil dari halangan, 64 dam-dam gagal.
Ketika bendungan akhirnya menyerbu, itu disebabkan gelombang besar, 10 kilometer (6 mil) luas, 3-7 meter (9-23 kaki) tinggi, buru-buru ke bawah ke dalam dataran di bawah di hampir 50 kilometer per jam (31 mph ).hampir puluhan daerah panjang 55 kilometer, lebar 15 kilometer, dibuat sementara sebagai danau besar 12.000 km² (4.600 mil persegi). Evakuasi yang belum sepenuhnya disampaikan karena kondisi cuaca buruk dan komunikasi
Ketika bendungan akhirnya menyerbu, itu disebabkan gelombang besar, 10 kilometer (6 mil) luas, 3-7 meter (9-23 kaki) tinggi, buru-buru ke bawah ke dalam dataran di bawah di hampir 50 kilometer per jam (31 mph ).hampir puluhan daerah panjang 55 kilometer, lebar 15 kilometer, dibuat sementara sebagai danau besar 12.000 km² (4.600 mil persegi). Evakuasi yang belum sepenuhnya disampaikan karena kondisi cuaca buruk dan komunikasi
B.
Gunung berapi
Gunung berapi atau gunung api
secara umum adalah istilah yang dapat didefinisikan sebagai suatu sistem
saluran fluida
panas (batuan dalam wujud cair atau lava) yang memanjang dari kedalaman sekitar 10 km di bawah permukaan
bumi sampai ke permukaan bumi, termasuk endapan hasil akumulasi material
yang dikeluarkan pada saat meletus.
Lebih lanjut, istilah gunung api ini juga dipakai untuk menamai
fenomena pembentukan ice volcanoes atau gunung api es dan mud
volcanoes atau gunung api lumpur. Gunung api es biasa terjadi di daerah
yang mempunyai musim dingin bersalju, sedangkan gunung api lumpur
dapat kita lihat di daerah Kuwu, Grobogan, Jawa
Tengah yang populer sebagai Bledug
Kuwu.
Gunung berapi terdapat di seluruh dunia,
tetapi lokasi gunung berapi yang paling dikenali adalah gunung berapi yang
berada di sepanjang busur Cincin Api Pasifik (Pacific
Ring of Fire). Busur Cincin Api Pasifik merupakan garis bergeseknya antara
dua lempengan tektonik.
Gunung berapi terdapat dalam beberapa bentuk sepanjang masa
hidupnya. Gunung berapi yang aktif mungkin
berubah menjadi separuh aktif, istirahat, sebelum akhirnya menjadi tidak aktif
atau mati. Bagaimanapun gunung berapi mampu istirahat dalam waktu 610 tahun
sebelum berubah menjadi aktif kembali. Oleh karena itu, sulit untuk menentukan keadaan
sebenarnya suatu gunung berapi itu, apakah gunung berapi itu berada dalam
keadaan istirahat atau telah mati.
Apabila gunung berapi meletus, magma yang terkandung
di dalam kamar magma di bawah gunung berapi meletus keluar sebagai lahar atau
lava. Selain dari pada aliran lava, kehancuran oleh gunung berapi ditandai dengan hal-hal berikut:
- Aliran lava.
- Letusan gunung berapi.
- Aliran lumpur.
- Abu.
- Kebakaran hutan.
- Gas beracun.
- Gelombang tsunami.
- Gempa bumi.
|
Tingkat isyarat gunung berapi di Indonesia
|
||
|
Status
|
Makna
|
Tindakan
|
|
AWAS
|
|
|
|
SIAGA
|
|
|
|
WASPADA
|
|
|
|
NORMAL
|
|
|
Letusan gunung berapi diukur menggunakan Indeks Letusan Gunung Berapi
(Volcanic Explosivity, atau VIE). Berdasarkan abu yang dikeluarkan, letusan
diberi nilai 0-8. Indeks letusan bernilai 8 terjadi kira-kira 2 kali setiap
100.000 tahun. Sedangkan indeks letusan 7 hanya terjadi 4 kali dalam
10.000 tahun belakangan.
Indeks
letusan gunung berapi (VEI-vulcanic explosivity indeks)
|
VEI
|
keterangan
|
tinggi abu
|
Banyaknya abu yang disemburkan
|
|
0
|
Tidak ekplotif
|
Di bawah 100 m
|
Ribuan meter kubik
|
|
1
|
Ringan
|
100-1000 m
|
Puluhan ribu meter kubik
|
|
2
|
Eksplotif
|
1-5 km
|
Jutaan
meter kubik
|
|
3
|
Hebat
|
3-15 km
|
Puluhan juta meter kubik
|
|
4
|
Kataklismik
|
10-25 km
|
Ratusan juta meter kubik
|
|
5
|
Paroksima
|
Di
atas 25 km
|
Satu kilometer kubik
|
|
6
|
Kolosal
|
Di atas 25 km
|
Puluhan kilometer kubik
|
|
7
|
Super-kolosal
|
Di atas 25 km
|
Ratusan kilometer kubik
|
|
8
|
Mega-kolosal
|
Di atas 25 km
|
Ribuan kilometer kubik
|
Letusan gunung berapi terbesar
|
Gunung
berapi dan negara
|
Tahun
meletus
|
VEI
|
|
Tambora, Indonesia
|
1815
|
7
|
|
Santorini, Yunani
|
Kira-kira
1470 SM
|
6
|
|
Krakatau, Indonesia
|
1883
|
6
|
|
Santa Maria, Guatemala
|
1902
|
6
|
|
Gunung St. Helens, AS
|
1980
|
5
|
|
Pinatubo, Filipina
|
1991
|
5
|
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Dari makalah ini dapat disimpulkan
bahwa bencana alam yang terjadi di dunia menelan banyak korban jiwa baik banjir
maupun letusan gunung berapi. Banjir adalah peristiwa terbenamnya daratan oleh air. Peristiwa banjir timbul jika air menggenangi daratan yang
biasanya kering. Penyebab utama terjadinya banjir adalah karena
kelalaian manusia. Sedangkan gunung berapi atau gunung api
secara umum adalah istilah yang dapat didefinisikan sebagai suatu sistem
saluran fluida
panas (batuan dalam wujud cair atau lava) yang memanjang dari kedalaman sekitar 10 km di bawah permukaan
bumi sampai ke permukaan bumi.
DAFTAR PUSTAKA
Mini Marshall. 2005. Inti
Sari Ilmu Planet Bumi. Jakarta: Erlangga.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar